Tips Makan Nasi Untuk Kurus

Spread the love

Tips Makan Nasi Untuk Kurus – Dalam menu sehari-hari orang Indonesia dan Asia pada umumnya, tak bisa lepas dari hadirnya nasi sebagai makanan pokok utamanya. Bahkan belum disebut sudah maka jika belum makan nasi. Namun nasi juga banyak dihindari karena dituduh sebagai penyebab kegemukan. Nah berikut ini adalah┬átips makan nasi untuk kurus.

Tips Makan Nasi Untuk Kurus

Tetap Makan Nasi tapi Kurangi Porsinya

Mungkin banyak yang bingung, bagaimana cara makan nasi untuk kurus. Nasi adalah karbohidrat yang menjadi sumber tenaga atau energi untuk tubuh. Itulah mengapa jika tidak makan nasi maka tubuh lantas cenderung jadi terasa lemas dan masih saja merasa lapar, padahal sudah makan berbagai jenis makanan lainnya. Jadi sebenarnya makan nasi tidak akan membuat gemuk dan bahkan bisa membuat kurus, karena dengan makan nasi dalam porsi yang terjaga, yakni sekitar 25 % dari isi piring, dengan 50 % sayuran dan buah-buahan lalu sisanya 25 % adalah lauknya, berupa protein, maka perut menjadi tenang dan kenyang dan tak lagi ingin mengonsumsi berbagai makanan lainnya, yang bisa saja justru lebih membuat gemuk, yakni seperti aneka gorengan, aneka cemilan tidak sehat atau karbohidrat lainnya yang tak hanya mengandung pati tapi juga lemak trans pemicu kegemukan seperti French fries atau kentang goreng, roti tawar putih dengan berbagai jenis topingnya yang manis-manis dan berlemak, atau ketela goreng, jagung bakar manis susu dan lain sebagainya yang mengandung kalori yang lebih besar. Perlu diketahui mengganti nasi dengan roti bakar untuk sarapan tiap pagi justru meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit selain kegemukan, karena roti mengandung berbagai zat kimia seperti bromate atau iodate, juga pada saat dipanaskan dan dibakar maka akan menimbulkan zat Acrylamide yang timbul saat tepung roti dimasak pada suhu yang tinggi, dan juga menghasilkan polycylic aromatic hydrocarbons (PAHs) yang terdapat pada bagian kecoklatan saat dibakar, yang memicu timbulnya kanker. Bukan langkah yang bijak jika akan mengganti nasi dengan roti tawar. Sekalipun alasannya untuk kepraktisan dan juga supaya bisa kurus, karena karbohidrat lainnya juga bisa menyebabkan kegemukan dan bahkan bisa memicu diabetes. Hal ini karena karbohidrat apapun akan diolah menjadi glukosa dan akan ditimbun dalam bentuk lemak jika glukosa tidak digunakan sebagai energi tubuh. Justru jika sudah makan nasi, apalagi kalau juga diimbangi dengan berolahraga maka keinginan untuk makan berbagai makanan lainnya secara berlebihan akibat timbulnya rasa lapar yang timbul sebagai dampak tidak makan nasi tersebut bisa dihindari.

Imbangi dengan Olah Raga

Tahukah bahwa para petani di jaman dulu meski banyak makan nasi tapi masih bisa tetap kurus badannya. Itu karena sehabis makan para petani itu masih harus bekerja di sawah atau kebun, dan melakukan gerak badan yang setara dengan olah raga sedang bahkan olah raga berat, sehingga kalori yang masuk akan langsung digunakan dan diolah menjadi energi yang tak bersisa di tubuh sehingga tak ada sisa energi dari nasi yang telah berubah menjadi glukosa yang lalu akan ditimbun jadi lemak di dalam tubuh dan menyebabkan kegemukan. Jadi jika ingin tetap kurus meski masih makan nasi maka imbangi dengan olah raga. Perlu diketahui bahwa nasi yang masuk ke dalam tubuh akan diolah menjadi glukosa. Glukosa tersebut adalah sumber energi, lalu jika glukosa tersebut tidak segera diubah menjadi energi dengan berolahraga maka sisa glukosa dalam tubuh akan disimpan sebagai cadangan dalam bentuk lemak. Jika sudah berbentuk lemak maka akan sulit untuk dihilangkan dan membuat tubuh menjadi gemuk.

Jangan Tidur setelah Makan Nasi

Usahakan makan nasi pada saat pagi ketika mau berangkat keluar rumah dan beraktivitas atau di siang hari dan hindari makan nasi untuk makan malam dan jelang tidur. Kunci agar bisa tetap kurus meski makan nasi ialah dengan langsung menyalurkan energinya untuk berbagai aktivitas. Jika habis makan nasi langsung tidur maka glukosa yang terbentuk dari nasi yang masuk ke tubuh akan ditimbun sebagai lemak yang membuat gemuk. Oleh karenanya beri jeda sekitar 1 jam setelah makan nasi baru boleh tidur. Terkadang memang timbul rasa kantuk setelah makan nasi sampai kenyang, namun lawan rasa mengantuk tersebut dengan berusaha melakukan berbagai aktivitas yang memerlukan banyak gerak tubuh, seperti berolah raga ringan atau yang lainnya atau bisa minum kopi namun jangan berlebihan, cukup satu cangkir saja per hari, dan sesudah ada jeda sekitar 1 jam maka baru bisa tidur.

Makan Nasi Terpisah dari Protein

Ada pakar nutrisi dan food combining, yang memberikan tips dan saran agar meski makan nasi tapi tetap bisa kurus, yakni caranya ialah dengan mengonsumsi karbohidrat apapun termasuk nasi, secara terpisah dengan lauk atau proteinnya, yang bisa berupa daging, baik itu daging ayam, daging sapi, atau daging kambing sekalipun, daging bebek, atau ikan dan tempe tahu. Nasi tersebut bisa dimakan berbarengan dengan sayuran. Juga proteinnya bisa dikonsumsi bersamaan dengan sayuran, namun harus terpisah dengan nasi, atau beri jeda sekitar 3 jam hingga 6 jam sebelum atau sesudah makan nasi. Hal ini karena tubuh memerlukan cara dan durasi waktu yang berbeda untuk mencerna protein dan karbohidrat. Protein akan memerlukan waktu cerna yang lebih lama, daripada waktu cerna karbohidrat. Urutan makan yang benar agar bisa tetap terjaga kurus dan langsing ialah pertama minum air putih dulu, sehingga perut tidak terlalu lapar lagi, dan nafsu makan bisa berkurang, lalu konsumsi buah dan sayuran, setelahnya maka baru makan protein atau lauknya dan yang terakhir adalah makan nasi atau karbohidratnya, jika masih lapar. Cara makan nasinya juga akan berpengaruh.

Pilih Nasi Kukus dan Hindari Nasi Goreng

Cara memasak nasinya juga sangat besar pengaruhnya. Pilih bubur atau nasi kukus biasa daripada nasi gurih atau nasi uduk dan nasi mentega atau nasi goreng yang mengandung kalori dan lemak yang lebih tinggi.

Perhatikan beberapa hal tersebut agar bisa tetap kurus meski makan nasi.